Penyebab Telur Puyuh Gagal Menetas

duniaunggas.com – Penyebab Telur puyuh Gagal Menetas. Dalam usaha peternakan khususnya perpuyuhan ada dua hasil yang ingin kita ingingkan, yaitu telur dan daging. Namun pada umumnya masyarakat Indonesia melakukan budidaya ternak puyuh khusus petelur. Dalam usaha puyuh petelur ada beberapa bagian yang harus dapat disediakan peternakan itu sendiri, yaitu salah satunya adalah mampu menyediakan bibit sendiri agar mampu mengurangi biaya penambahan bibit. Namun bagaimana bila telur fertile yang akan kita tetaskan malah tingkat keberhasilannya rendah ( daya tetas rendah ), telur puyuh gagal menetas penyebab serta cara penanganan yang baik dan benar. Guna mendiaknosa yang tepat mengenai, telur puyuh gagal menetas.

Telur Puyuh Sebelum Masuk Mesin Tetas

Gambar : Telur Puyuh

1. Penyimpanan Telur Fertile

Sebelum telur fertile dimasukkan dalam mesin ada baiknya kita melakukan sortasi. Pilihlah telur fertile yang bersih bebas dari kotoran puyuh yang menempel. Pilihlah telur yang ukurannya normal dan berbentuk bulat lonjong. Jangan memilih telur yang terlalu kecil dan atau telur fertile yang terlalu besar. Untuk jangka waktu penyimpanan telur fertile hendaknya tidak lebih dari 5 hari, karena diatas dari 5 (lima) hari maka daya tetas telur tersebut akan rendah. Semakin lama dalam penyimpanan telur maka akan semakin kecil atau rendah daya tetasnya. Ini merupakan merupakan salah satu penyebab telur puyuh gagal menetas.

 

2. Suhu Dalam Mesin Tetas

Suhu juga merupakan penyebab telur puyuh gagal menetas. Dalam mesin tetas sangat menentukan keberhasilan daya tetas. Suhu ruangan mesin tetas yang rendah dapat  mempengaruhi perkembangan embrio dan mengakibatkan keterlambatan menetas. Ini diakibatkan kurangnya penyerapan suhu panas pada setiap sisi telur. Suhu yang terlalu tinggi juga kurang ideal pada mesin. Dampak suhu yang terlalu panas dapat mengakibatkan telur terlalu dini menetas. Ini diakibatkan karena penyerapan kuning telur terlalu cepat yang diakibatkan suhu raung mesin yang terlalu tinggi.

Suhu mesin tetas yang ideal adalah berada disekitar suhu 37 oC sampai dengan 39 oC. Sehingga suhu dibawah dan atau diatas suhu ideal adalah kurang baik, karena akan mempengaruhi daya hasil tetas.  Untuk mendapatkan suhu ruang mesin tetas diatas perlu dilakukannya kalibrasi antara Thermostat dan Thermometer agar hasil suhu yang tertera pada kedua alat memiliki hasil yang sama. Manfaat Kunyit Untuk Puyuh Dan Ayam

3. Kelembapan Dalam Mesin Tetas

Sama halnya dengan suhu mesin tetas. Kelembapan juga berperan penyebab telur puyuh gagal menetas. Bahwa kelembapan dalam mesin juga harus stabil. Kelembapan yang terlalu rendah akan mengakibatkan embrio dalam telur mengalami dehidrasi ( kekurangan cairan dalam calon Zygot ) Karena suhu dalam mesin haruslah diimbangi dengan kelembapan yang ideal. Selain mengakibatkan embrio dalam telur mengalami dehidrasi cangkang telur juga akan semakin mengeras yang mengakibatkan puyuh mengalami kesusahan melakukan PIPPING. Sehingga calon anakan puyuh akan mati matin dalam cangkang telur karena tidak berhasik keluar dari dalam telur. Kelembapan yang ideal untuk mesin tetas telur puyuh pada hari pertama hingga  empat hari menjelang menetas adalah 50% sampai dengan 55% .

Tiga hari menjelang menetas kelembapan dalam mesin tetas hendaknya dinaikkan. Kelembapan menjelang telur menetas idealnya berada sekitaran 60% sampai dengan 65%. Dengan kelembapan tersebjut adalah untuk memudahkan memudahkan puyuh melakukan pipping dan meretakkan telur agar puyuh dapat keluar dari cangkang secara normal. Untuk  meningkatkan kelembapan dalam mesin tetas dapat menambahkan jumlah nampan air dalam mesin, dengan melakukan has tersebut kelembapan dalam mesin akan secara otomatis meningkat.

 

4. Pembolak balikan Telur dalam Mesin

Telur dalam mesin tetas hendaknya dibolak balik setiap harinya, minimal dalam satu hari ialah tiga kali. Pembolak balikan dilakukan pada pagi hari, siang hari dan pada malam hari. Tujuan dalam pembolak balikan telur tetas adalah agar telur yang kita tetaskan  dapat menerima suhu dan kelembapan yang merata pada setiap sisi telur. Satu sampai dengan tiga hari pertama telur dalam mesin tidak dibolak balik. Pada hari ke4 samapai dengan hari ke 13 telur dibolak balik. Pada hari ke 14 sampai dengan menetas telur tidak dibolak balik lagi. Manfaat Jahe Untuk Unggas ( Puyuh Dan Ayam )

Telur Tetas Dalam Mesin

Gambar : Telur dalam Mesin Tetas

Demikianlah beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam menetaskan telur puyuh. Salah satu tindakan diatas yang kita lewatkan dapat mengurangi daya tetas telur fertile puyuh yang kita tetaskan. Selain faktor ekternal penetasan ( Perlakuan selama dalam mesin tetas ) Daya tetas telur puyuh juga dipengaruhi oleh faktor Internal yaitu faktor nutrisi cukup pada induk pembibit. Biasanya niali nutrisi untuk puyuh pembibit adalah diatas kadar dari pakan yang biasa digunakan pada puyuh layer yang hanya diambil telurnya untuk telur konsumsi. Kekurangan nutrisi pada induk pembibit dapat menyebapkan anakan puyuh dalan cangkang telur megalami kelumpuhan.

 

Demikian beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam menetaskan telur puyuh fertile. Jika anda ingin mengutip artikel ini mohon untuk meyertakan duniaunggas.com

Sumber : duniaunggas.com Penyakit Puyuh, Penyebab, dan Pengobatannya

 

About the author

admin

4 Comments

  • […] 3. Pembolak Balikan Telur  : Pembolak balikan telur sangat perlu dilakukan, dimana berfungsi untuk meratakan penerimaan panas pada seluruh sisi telur. Kurangnya pembolak balikan telur dapat berakibat menempelnya embrio atau bulu anakan puyuh pada salah satu sisi telur dan berakibat telur tidak bisa bergerak dan mati sebelum menetas. Lakukan pembolak balikan telur minimal 3 kali dalam sehari. Semakin kita sering melakukan pembolak balikan telur maka semakin baik pula hasil daya tetasnya dikemudian hari. Pembolak balikan telur dapat dilakukan dengan menggeser telur dengan menggunakan telapak tangan. Pastikan tangan anda dalam keadaan kering dan bersih. Jika anda menggunakan mesin tetas Automatis maka dapat diatur pembolak balikan dalam setiap 3 jam sekali. Baca juga Penyebab Telur puyuh Gagal Menetas […]

  • […] Langkah Keempat : Pilihlah jantan yang berkualitas baik, yaitu sehat , lincah dan tidak cacat, memiliki suara kokok yang kuat. Dengan demikian puyuh jantan mampu melakukan tugasnya dengan maksimal. Langkah Kelima : Langkah kali ini sama persis seperti mimilih betina sebagai pembibit, pilihlah betina yang sehat, lincah, tidak lumpuh dan tentunya yang memiliki riwayat produksi telur yang tinggi. Dengan demikian telur fertile yang akan ditetaskan mampu mencukupi jumlah telur yang akan kita tetaskan. Baca juga Penyebab Telur puyuh Gagal Menetas […]

Leave a Comment