duniaunggas.com  –  Pada artikel sebelumnya kita telah membahas terntang segala sesuatu yang menyebabkan telur gagal menetas dan tidak menetas, posisi telur dalam mesin tetas yang baik.  Pada bahasan tersebut yang kita bahas adalah mengenai tidak menetasnya telur puyuh yang diakibatkan dua faktor, yaitu :

Posisi Telur Berdiri Dalam Mesin Tetas

Gambar : Posisi telur Berdiri

  1. Faktor Internal, yaitu  mengenai kesehatan induk pembibit dan asupan kadar nutrisi pada induk pembibit. Yang mana disana kita sebutkan  kebutuhan nutrisi pembibit sedikit diatas kebutuhan puyuh layer.
  2. Faktor External, yaitu mengenai perlakuan telur sebelum dan sesudah dimasukkan dalam mesin tetas yang meliputi lama penyimpanan sebelum masuk mesin. Perlakuan hari hari pertama setelah masuk mesin dan perlakuan akhir akhir telur akan menetas. Perlakuan dan pengaturan suhu serta kelembapan mesin tetas.
  3. Selain kedua faktor diatas. Telur tetas yang akan kita tetaskan juga harus terlebih dahulu diseleksi. Yang mana telur yang akan kita tetaskan memiliki bentuk dan ukuran yang standar. Telur yang terlalu besar dan atau terlalu kecil biasanya berdaya tetas yang rendah. Bentuk telur yang terlalu runcing juga sangat berpengaruh terhadap daya tetas. Telur yang terlalu memanjang atau terlalu runcing juga memiliki daya tetas yang rendah
    Telur Puyuh Runcing Memiliki Daya Tetas Rendah

    Gambar : Telur Puyuh Runcing

Baca juga Penyebab Telur puyuh Gagal Menetas 

Kali ini kita akan membahas mengenai posisi telur dalam mesin tetas yang baik dan benar. Pada dasarnya ada dua posisi telur dalam mesin tetas. Yang pertama posisi telur sejajar atau Horizontal ( posisi tidur ). Telur puyuh dalam posisi ini sudah dapat dikategorikan baik dikarenakan posisi runcing telur tidak berada diatas. Hanya saja perhatikan posisi keseluruham telur agar tidak ada bagian runcing telur yang diatas. Kelemahan posisi runcing telur diatas adalah embrio dalam telur dapat tenggelam yang diakibatkan posisi kantung udara berada dibagian bawah.

Dengan posis kantung udara dibawah akan menekan kuning dan putih telur keatas. Dan bisa berakibat pecahnya kantung udara dan embrio dalam dalam telur menjadi basah dan tenggelam.  Perlakuan tiga hari pertama telur dalam mesin tidak diganggu. Bertujuan agar embrio dapat berkembang baik pada masa awal penetasan. Lakukan pembolak balikan pada usia penetasan hari ke-4 sampai dengan usia penetasan hari ke-14. Dua hari atau empat hari menjelang menetas telur tidak dibolak balik lagi. Telur puyuh akan mulai menetas pada hari ke-16.

Dengan posisi telur sejajar atau horizontal, lakukan pembolak balikan dengan menggunakan telapak tangan. Usahakan telapak tangan dalam keadaaan bersih dan kering. Pada beberapa percobaan penetasan dengan posisi telur sejajar masih mampu menghasilkan daya tetas 60% hingga 80%. Yang penting perlakuan diatas diterapkan dengan baik.

Posisi telur yang berikutnya adalah posisi telur berdiri. Dimana disini dimaksud bagian runcing telur berada dibagian bawah dan bagian tumpul telur berada dibagian atas.  Dengan posisi telur tetas berdiri mampu menghasilakan daya tetas yang lebih maksimal. Karena dengan posisi ini perkembangan embrio dapat berjalan dengan sempurna dan posisi perkembangan embrio semua rata pada bagian tumpul telur. Di beberapa percobaan penetasan dengan posisi telur berdiri mampu menghasilakan daya tetas diantara 70% hingga 90%.  Karena posisi anakan puyuh yang akan menetas berada tepat dibagian tumpul telur. Untuk mensiasati posisi telur ini kita dapat menggunakan alat tambahan agar telur dapat berdiri. Namun pada rak tempat telur  diusahakan rak dapat bergeser hingga dapat membentuk sudut kemiringan 45 derajat. Tujuan ini adalah sebagai pengganti pembalikan telur. Alat yang biasa digunakan adalah menggunakan kawat ram yang berukuran satu inchi. Dimana dalam kawat ram satu inchi ini dimasukkan bagian runcing telur.

Posisi telur dalam mesin tetas Dengan Menggunakan Egg Tray

Alat yang berikutnya adalah dengan menggunakan egg tray telur puyuh. Gunakanlah egg tray telur puyuh yang terbuat dari plastik. Karena egg tray telur puyuh yang dari plastik sudah diformula berlubang lubang. Sehingga sirkulasi udara dalam mesin dapat menyebar secara merata. Jika di daerah anda sulit mendapatkan egg tray plastik dapat juga mengkalinya dengan egg tray yang terbuat dari kertas. Yang mana bagian atas egg tray dipotong dengan tujuan sirkulasi udara serta kelembapan dalam mesin tetas dapat merata.

Demikianlah penjelasan posisi telur dalam mesin tetas yang baik. Dalam beberapa penetasan yang sudah kami lakukan. Dengan posisi telur berdiri mampu menghasilkan daya tetas yang lebih tinggi dibandingkan dengan posisi telur yang sejajar atau horizontal. Dengan perlakuan dan pengaturan suhu serta kelembapan yang sama. Semoga bermanfaat.

Sumber : duniaunggas.com

About the author

admin

1 Comment

Leave a Comment